FLASHINFO.ID Tourism — Desa Wisata Penglipuran merupakan desa adat tradisional Bali yang terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Desa ini telah dinobatkan sebagai Desa Terbersih di Dunia.
Selain itu, Desa Wisata Penglipuran ini diketahui telah berhasil melestarikan budaya, arsitektur kuno dan tata ruang tradisional Bali di tengah arus modernisasi pariwisata.
Sebagai upaya untuk mendorong kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional, Desa wisata Penglipuran ini kembali mengadakan festival tahunan ke-13 yang resmi dibuka pada, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dwi Marhen Yono memberikan apresiasi terhadap eksistensi pariwisata Penglipuran yang sampai saat ini tetap utuh.
“Desa Penglipuran tidak hanya destinasi, tetapi menjadi bukti nyata budaya lokal yang dijaga dengan tulus bisa mengalahkan daya tarik alam semata,” ujar Marhen.
Menurutnya, budaya merupakan magnet utama dalam persaingan pariwisata di dunia. Wisatawan mancanegara datang bukan cuma mencari pantai, akan tapi mencari pengalaman budaya yang unik dan otentik.
“Inilah yang membuat Bali dan Penglipuran selalu punya tempat spesial di hati mereka,” katanya.
Kemudian kata Marhen, wisata kuliner juga tidak kalah menarik, bahkan telah mendunia dengan cita rasa yang sangat enak, sehingga membuat turis asing jadi betah untuk kembali ke Indonesia terutama Bali.
“Wisata kuliner yang bikin Kangen Sate, bakso, dan nasi goreng telah mendunia. Kuliner kita terbukti menjadi salah satu alasan terkuat turis ingin datang kembali,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, tahun ini Desa Wisata Penglipuran kembali masuk ke jajaran 100 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
“Dari 3.600 event yang diseleksi ketat, Penglipuran lolos karena dua hal utama yakni, kualitas budayanya yang luar biasa dan dampak ekonomi (multiplier effect) yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ucapnya.
Diakhir sambutan, asisten Deputi bidang Pariwisata mendorong, agar Penglipuran bisa terus menjadi role model bagi desa-desa wisata lainnya di Indonesia.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan pihak swasta, pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, seperti Amerika dan Eropa,” tutupnya.

















