FLASHINFO ID Bisnis – Sepanjang tahun 2025, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, melayani 24,1 juta penumpang. Angka tersebut mencerminkan tingginya trafik dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
Kondisi ini mendorong PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara untuk melakukan serangkaian pembenahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan guna menjaga kenyamanan seluruh pengguna jasa.
Upaya peningkatan layanan dilakukan secara menyeluruh, mencakup revitalisasi, peningkatan estetika, dan penambahan fasilitas terminal serta fasilitas pendukung lainnya. Pembenahan ini diharapkan dapat menghadirkan suasana terminal yang lebih nyaman, tertata, dan representatif sebagai gerbang utama pariwisata Bali dan Indonesia.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati menyampaikan, peningkatan layanan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan dan pengalaman perjalanan yang lebih baik.
“Beberapa perubahan dan penambahan fasilitas sudah dapat dinikmati penumpang, seperti hand baggage trolley, baby stroller, penambahan kursi yang dilengkapi stasiun pengisian daya, kios check-in mandiri, serta peningkatan bandwidth Wi-Fi,” kata Nugroho, Jumat, 30 Januari 2026.
Nugroho Jati menjelaskan, dengan tingginya trafik penumpang, pihak bandara terus berupaya memastikan layanan tetap optimal.
“Salah satunya, informasi penunjuk arah atau signage di terminal domestik dan internasional kini menggunakan empat bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, Mandarin, dan terbaru, bahasa Arab,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak hanya ditujukan untuk perbaikan internal, tetapi juga sebagai bagian dari kesiapan Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mengikuti ajang World Airport Awards in yang diselenggarakan oleh Skytrax.
“Keikutsertaan dalam penilaian Skytrax menjadi momentum untuk mengukur kualitas layanan kami yang dinilai langsung oleh pengguna jasa,” imbuhnya.
Dikatakan Nugroho, hasil pengukuran ini juga menjadi bahan evaluasi untuk terus berbenah dan memperkuat posisi Bandara I Gusti Ngurah Rai di tingkat global.
“Saat ini, bandara kami berada di peringkat 72 dari 171 bandara dunia. Kami berharap dapat meningkatkan peringkat tersebut pada tahun ini,” imbuhnya.
Untuk mendukung proses penilaian, Bandara I Gusti Ngurah Rai juga mengajak seluruh pengguna jasa untuk berpartisipasi memberikan penilaian melalui survei kepuasan Skytrax.
“Kami memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat untuk turut serta dalam survei ini, agar kami dapat terus meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan penumpang yang terus berkembang,” kata Nugroho.
World Airport Awards oleh Skytrax merupakan penghargaan bergengsi bagi industri bandara yang berfokus pada survei kepuasan pelanggan. Berjalan sejak 1999, penghargaan ini bersifat independen dan menjadi tolok ukur global untuk keunggulan bandara.
Terdapat sedikitnya 330 item penilaian yang mencakup tata letak terminal, desain, kenyamanan, pemeliharaan, kebersihan, fasilitas, serta kualitas layanan petugas.

















