Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NasionalTradisi

Kembalikan Kesucian Alam, Masyarakat Hindu di Bali Gelar Upacara Melasti di Pantai Mertasari Sanur

×

Kembalikan Kesucian Alam, Masyarakat Hindu di Bali Gelar Upacara Melasti di Pantai Mertasari Sanur

Share this article
Umat Hindu di Bali menggelar Upacara Melasti di Pantai Mertasari Sanur - Foto: Flashinfo.id
Example 468x60

FLASHINFO.ID Tradisi – Ribuan umat Hindu Bali dari Desa Adat Sidakarya, Denpasar melakukan iring-iringan ke Pantai Mertasari Sanur, Bali untuk melakukan upacara Melasti.

Upacara Melasti yang diikuti oleh ribuan umat Hindu dilaksanakan di sekitar Pantai Mertasari pada pagi hari yang bertepatan dengan Radite Kliwon Landep atau Minggu, 24 Desember 2023.

Upacara Melasti merupakan upacara pengambilan Tirta Suci di Tengah Samudra untuk membersihkan alam dan isinya.

Upacara Melasti yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Bali kali ini merupakan rangkaian dari upacara Nangluk Mrana, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Padudusan Agung, dan Menawa Ratna yang dilaksanakan di Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya Denpasar.

“Saat ini adalah Pemelastian Karya dan beberapa upacara sudah berlangsung seperti Nangluk Mrana, Tawur Agung dan saat ini Pemelastian berkaitan dengan Ngusaba Nini, Padudusan Agung, Menawa Ratna,” jelas Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka, di sela-sela kegiatan upacara Melasti, di Pantai Mertasari Sanur, Bali, Minggu, 24 Desember 2023.

Menurut Ketut Suka, upacara Melasti kali ini berbeda dengan Melasti pada saat Sasih Kesanga. Pasalnya, upacara besar yang di gelar di Pantai Mertasari Sanur ini diikuti oleh Gegaluh dari masing-masing Mrajan atau 42 Pura Keluarga yang berlokasi di sekitar Desa Sidakarya.

Makna Upacara Melasti untuk melepaskan kekotoran jagat atau bumi karena adanya musibah atau gering agung seperti covid-19.

“Kita patut melaksanakan upacara untuk mengembalikan kesucuan alam itu. Karena pada saat kita kena wabah itu pastike akeh wong kang pendem salah mati. Pada saat mati itu kalau menurut kita di Hindu ada upacara, tapi saat covid itu upacara yang semestinya dilakukan untuk prosesi pengabenan tidak bisa jalan, akhirnya kita wajib untuk mengembalikan kesucian alam itu,” jelasnya.

Saat Upacata Melasti juga dilakukan pagelaran Tarian Bali seperti Tari Rejang yang dibawakan oleh kaum perempuan dan Tari Topeng Prabu oleh beberapa laki-laki.

Setelah semua prosesi persembahyangan selesai dilanjutkan dengan pengambilan Tirta Suci ke tengah samudra dan melakukan persembahan dengan menenggelamkan beberapa hewan seperti kambing, bebek, dan juga banten ke dalam samudra atau lautan luas dengan kedalaman kurang lebih 200 meter.

“Di sana kita akan memohon kepada Ida Bhatara, supaya kita dianugerahi Tirta untuk mensucikan jagat ini,” jelas Ketut Suka.

Example 300250
Example 120x600