Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaSejarahTradisi

Bali Abode Museum Simpan Cerita Kerajaan Majapahit dan Bali Lewat Artefak Budaya dan Benda Tradisional

×

Bali Abode Museum Simpan Cerita Kerajaan Majapahit dan Bali Lewat Artefak Budaya dan Benda Tradisional

Share this article
Koleksi Artefak di Bali Abode Museum - Foto: Flashinfo.id
Example 468x60

FLASHINFO.ID Sejarah – Kerajaan Majapahit sebagai salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Indonesia dan Asia Tenggara, menginspirasi kebudayaan Bali hingga saat ini.

Hal itu diungkapakan oleh seorang Pemerhati dan Pecinta Budaya, yang menjabat sebagai Advisor Kura-Kura Bali Dea Sudarman, di Bali Abode Museum beberapa waktu lalu.

Cerita tentang hubungan Jawa Timur, terutama Kerajaan Majapahit dengan Bali dikemas melalui artefak budaya dan benda tradisional yang menjadi koleksi Bali Abode Museum.

Bali Abode Museum yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Pulau Serangan, Denpasar, merupakan satu-satunya museum di Bali yang menampilkan cerita tentang hubungan Jawa Timur, terutama Kerajaan Majapahit dan Bali.

Koleksi artefak dan benda tradisional di dalam Bali Abode Museum selama 35 tahun secara individual berada di bawah pengawasan pribadi seorang Pemerhati dan Pecinta Budaya, Dea Sudarman.

“Ada kaitan budaya, arsitektur, desain, landscape Bali itu juga ada pengaruh dari kerajaan Majapahit jaman dulu ya,” kata Dea Sudarman.

Pemerhati dan Pecinta Budaya yang juga sebagai Advisor Kura-Kura Bali, Dea Sudaraman – Foto: Flashinfo.id

Sejumlah artefak di galeri Abode Museum sebagian besar berasal dari abad ke-12, berupa sarana pemujaan berbahan perunggu, ukiran batu, hingga selonding atau gamelan Bali yang berusia tua.

Kehidupan sosial masyarakat di era kerajaan Majapahit dan Bali, terlihat ada kemiripan seperti ditemukannya patung perunggu berbentuk Dewi Sri atau dewi kesuburan. Artefak itu juga menghubungkan pengetahuan tentang terasiring yang merupakan metode tradisional pengairan sawah.

Sejumlah peninggalan kuno itu dikumpulkan dari wilayah Jawa Timur hingga Tejakula, Buleleng, Bali yang dimulai sejak 1970an hingga tahun 2000.

Selain peninggalan kerajaan juga terdapat peninggalan indigenous people atau orang asli Bali, seperti Tenganan dan Trunyan.

“Jadi tempat ini didedikasikan untuk Bali sehingga ini barang-barang ini ada di Bali,” kata Dea Sudarman.

Example 300250
Example 120x600