FLASHINFO.ID Nasional – Umat Hindu di Bali mempunyai beragam tradisi dan budaya yang sarat dengan spiritualisme. Upacara-upacara adat yang mengandung makna spiritual itu tetap dijaga dan dilestarikan hingga saat ini.
Setelah melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi, kali ini umat Hindu di Bali akan melaksanakan upacara besar Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK). Upacara besar ini akan digelar di Pura Agung Besakih, yang akan berlangsung mulai 24 Maret hingga 14 April 2024.
Dalam upacara besar di lereng Gunung Agung itu, akan hadir puluhan ribu umat Hindu Bali atau pemedek. Dalam kondisi kepadatan umat yang hadir, maka prioritasnya adalah pelayanan kepada umat yang akan melakukan persembahyangan.
Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya mengatakan, rapat koordinasi telah dilakukan untuk membahas persiapan karya IBTK agar berjalan lebih baik.
“Pemedek yang hadir harus mendapat prioritas layanan kendaraan buggy dari parkir Manik Mas menuju Jaba Pura,” kata Mahendra Jaya.
Mahendra Jaya mengatakan, dalam karya besar seperti Ida Bathara Turun Kabeh, dibutuhkan semangat Ngerombo. Sehingga rangkaian karya bisa berjalan dengan lancar.
Pj. Gubernur Bali menerima audiensi Persatuan Bengkel Mobil Bali (PBMB) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Rabu, 13 Maret 2024.
Mahendra Jaya mengapresiasi PBMB dan ORARI Bali karena terpanggil untuk menyukseskan karya IBTK Besakih.
“ORARI mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan informasi terkait perkembangan situasi di Pura Besakih. Saya berharap, ORARI juga membangun kerjasama dengan radio agar informasi bisa tersebar lebih luas,” ujarnya.
Sementara, PBMB menyampaikan dukungan yang akan dilakukan selama karya berlangsung dengan menggandeng ORARI Bali.
Ketua Umum PBMB Jro Mangku Made Budiasa mengatakan, kegiatan ngayah atau bakti sosial rutin setiap tahun dilaksanakan PBMB sejak tahun 2017.
PBMB memberikan pelayanan kepada pemedek yang kendaraannya mengalami masalah saat mengikuti upacara Ida Bathata Turun Kabeh.
“Itu yang paling banyak, tahun 2018 ada 980 pemedek yang kendaraannya mengalami kendala. Setelah pengaturannya lebih baik, jumlahnya menjadi berkurang,” kata Jro Mangku Made Budiasa.

















