FLASHINFO.ID Internasional – Indonesia akan mengusung isu perdamaian dalam diplomasi air di event 10th World Water Forum 18–25 Mei 2024 di Bali.
Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air Firdaus Ali saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2024.
Dia menekankan pentingnya menjaga keberadaan air sebagai sumber kesejahteraan bersama, bukan sebagai pemicu konflik. Penyelesaian masalah terkait air semestinya tidak mengorbankan sumber daya yang dimiliki.
“Kami juga mendorong agar diplomasi diiringi dengan kolaborasi untuk menghindari konflik dan mencegah bencana,” kata Firdaus.
10th World Water Forum akan menjadi pertemuan terbesar sepanjang sejarah yang digelar setelah pandemi Covid-19. Indonesia juga menjadi negara ketiga di Asia yang menjadi tuan rumah, setelah Jepang dan Korea Selatan.
Tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai tuan rumah tidak mudah. Mengingat, waktu persiapan hanya sekitar dua tahun.
“10th World Water Forum di Bali adalah pertemuan monumental. Kita menyongsong masa depan, membuat air sebagai sumber kehidupan dan perdamaian, bukan sebaliknya sebagai sumber konflik dan bencana,” ujar Firdaus.
Pertemuan akan menghadirkan 290 sesi yang terdiri dari 230 sesi politik, regional, dan tematik, serta 60 side events. Ada 6 subtema dalam proses tematik, empat isu kawasan, serta lima level proses politik.
“Kami juga melibatkan generasi muda dalam forum ini untuk sama-sama berdiskusi, berkolaborasi, dan mencari solusi atas permasalahan air saat ini dan di masa depan,” kata Firdaus.
Rangkaian Acara 10Th World Water Forum di Bali:
Pada pembukaannya di Pantai Melasti, akan dibalut dalam acara bertajuk Balinese Water Purification Cwremony. Agenda ini akan dihadiri oleh 1.500 orang dengan konsep kegiatan Rahina Tumpek Uye dan Upacara Segara Kerthi.
Sementara, Welcoming Gala Dinner di GWK Cultural Park akan dilaksanakan pada Minggu, 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh 2.500 orang terdiri dari 500 undangan VVIP dan VIP. Lokasi kedua di GWK Lotus Pond dihadiri 2.000 undangan.
Opening Ceremony dan High Level Meeting akan berlangsung di BICC Nusa Dua pada Senin, 20 Mei 2024. Dilanjutkan dengan Interface meetings bersama dengan penanggung jawab proses politik, tematik, dan regional, serta bulateral meetings dengan beberapa kepala negara. Opening Ceremony ini diikuti oleh 5.500 peserta.
Selain itu akan digelar pembuka Fair and Expo bertempat di Nusa Dua Hall BNDCC. Lokasi tersebar di BNDCC, BICC, dan Pantai Kuta.
Sesi proses politik, tematik, dan regional akan dilaksanakan pada 20 hingga 25 Mei 2024. Sementara khusus untuk High-Level Meeting dan Ministerial Meeting dilaksanakan pada 20 hingga 21 Mei 2024.
Cultural Night (Farewell) akan digelar di Taman Bhagawan pada Jumat 24 Mei 2024. Acara ini akan dihadiri oleh 3.000 peserta yang akan disambut dan disajikan makanan khas, tarian daerah, dan kebudayaan Indonesia.
Terakhir Closing Ceremony pada Sabtu, 25 Mei 2024, yang akan digelar di Mangupura Hall. Usai kegiatan ini peserta akan diajak Field Trip antara lain ke Museum Air di Tabanan, Jatiluwih UNESCO World Heritage Site, Danau Batur Kintamani, Cultural Village Ubud.

















